inilah hidupku.. yang harus aku jalani.walau sebenarnya aku merasa ingin menghindar dari kenyataan.
aku harus menerima itu. meski terkadang aku merasa sangat bosan
menjalani hidup yang bukan menjadi keinginanku seperti ini.. tapi inilah
skenario hidupku.
skenario indah yang sudah tersusun sebelum aku dibumi ini.
Dari
semua kejadian yang aku alami hanya kesedihan, mungkin kalau aku tak
berfikir terlalu jauh aku bisa merubah keadaan buruk menjadi sangat
indah. semua trgantung dari diri kita sendiri.
aku
mulai saja dari keluargaku, aku hidup di keluarga yang bisa dikatakan
menengah. aku mempunyai keluarga yang sangat sayang padaku, terlebih
lagi ayahku. tapi semenjak ayahku terkena kasus dy meninggalkan kami
semua. dan semenjak itu kebutuhan sekolahku dan adikku oleh kakek dan
nenekku. untung saja mereka merasa mampu untuk membiayai kami berdua.
hingga akhirnya akupun bisa kuliah sampai menjadi sarjana. sedangkan
adikku dia ga mau kuliah dia lebih memilih bekerja. jika aku melihat
semuanya mungkin dulu aku akan lebih memilih untuk bekerja saja
dibandingkan kuliah. karena ternyata kuliah bukan jawaban dari semuanya.
semua orang sukses tidak dilihat dari pendidikannya, tapi dilihat dari
bagaimana potensi dan kecakapan dia dalam mengatur segalanya. emang c'
kalau dibarengi dengan kuliah bisa juga. tapi untuk ukuran kemampuanku,
aku lebih memilih untuk berbisnis saja. karena setelah luluspun aku
merasa sulit mendapatkan pekerjaan. yaa walaupun aku sekarang sudah
bekerja di lembaga non formal. tapi aku merasa kurang cukup mampu dalam
menyalurkan semua apa yang aku dapat selama kuliah 4 tahun itu. aku
merasa semua itu kurang berguna. karena dari awal kuliah aku sudah
sahlah mengambil jurusan. jadi beginilah resikonya. aku sangat tau
harapan kakeku kepadaku , tapi aku belum bisa membuatnya merasa bangga
padaku.
untuk
masalah percintaanpun aku merasa kurang beruntung, karena aku sering
gonta-ganti pacar selama aku sekolah dulu. dengan mudahnya aku
mendapatkan pacar. tapi tidak dengan sekarang. dulu cinta pertamaku
berawal dari jejaring sosial. dulu baru aku kenal yang namanya internet.
disitu aku berkenalan dengan seorang cowo yang menurutku begitu
special sampai saat ini. kita kenalan,ketemuan, hingga akhirnya jadian
dan pacaran. w]aktu itu aku masih duduk dikalas 2 SMA dan dy duduk di
kelas 3 SMA. menurutku inilah cerita cintaku yang paling-paling tak
bisa aku lupa. karena sosoknya slalu ada dalam kehidupannya, meski aku
sudah tak tau kabar dari dirinya lagi. tapi beberapa bulan yang lalu aku
menemukan jejaknya dari jejaring sosial lagi. dan kini aku masih bisa
komunikasi meski hanya sekedarnya saja. dirinya menjadi sebuah cerita
dalam hidupnya, bahkan aku tulis dalam buku diary ku. untuk orang
special kedua dy adalah orang yang saat ini dekat denganku. hubungan ku
dengan dia sangat ditentang oleh kakek ku. tapi aku masih berhubungan
dengannya. selama hampir 3 tahun aku mengenalnya. sudah hampir 1 tahun
kita backstreet dengan pacarku. aku merasa enjoy aja sama dia. aku sudah
merasa nyaman dengan dia, walaupun aku sering dikecewakan olehnya.
bahkan saring sekali dia selingkuhin aku butuh sosok sepertinya, tapi
yang ku inginkan bukan dia. aku menginginkan orang lain. tp untuk
memulai dari awal lagi aku merasa tak bisa. semua yang pernah dekat
denganku hanya dekat sesaat saja Gda kejelasan dan Gda kepastian.
Di
umurku yang 23 thn ini sehatsnya aku sudah menikah/ jujur saja aku
sudah menginginkan hal itu, tapi ternyata Allah belum mengizinkannya.
aku pengin diumurku yang ke 24 thn nanti aku sudah menikah dengan orang
yang sudah Allah catatkan buat aku. dia lah terbaik dari buat aku.