Sabtu, 26 Oktober 2013


inilah hidupku.. yang harus aku jalani.walau sebenarnya aku merasa ingin menghindar dari kenyataan.  aku harus menerima itu. meski terkadang aku merasa sangat bosan menjalani hidup yang bukan menjadi keinginanku seperti ini.. tapi inilah skenario hidupku.
skenario indah yang sudah tersusun sebelum aku dibumi ini.
Dari semua kejadian yang aku alami hanya kesedihan, mungkin kalau aku tak berfikir terlalu jauh aku bisa merubah keadaan buruk menjadi sangat indah. semua trgantung dari diri kita sendiri. 
aku mulai saja dari keluargaku, aku hidup di keluarga yang bisa dikatakan menengah. aku mempunyai keluarga yang sangat sayang padaku, terlebih lagi ayahku. tapi semenjak ayahku terkena kasus dy meninggalkan kami semua. dan semenjak itu kebutuhan sekolahku dan adikku oleh kakek dan nenekku. untung saja mereka merasa mampu untuk membiayai kami berdua. hingga akhirnya akupun bisa kuliah sampai menjadi sarjana. sedangkan adikku dia ga mau kuliah dia lebih memilih bekerja. jika aku melihat semuanya mungkin dulu aku akan lebih memilih untuk bekerja saja dibandingkan kuliah. karena ternyata kuliah bukan jawaban dari semuanya. semua orang sukses tidak dilihat dari pendidikannya, tapi dilihat dari bagaimana potensi dan kecakapan dia dalam mengatur segalanya. emang c' kalau dibarengi dengan kuliah bisa juga. tapi untuk ukuran kemampuanku, aku lebih memilih untuk berbisnis saja. karena setelah luluspun aku merasa sulit mendapatkan pekerjaan. yaa walaupun aku sekarang sudah bekerja di lembaga non formal. tapi aku merasa kurang cukup mampu dalam menyalurkan semua apa yang aku dapat selama kuliah 4 tahun itu. aku merasa semua itu kurang berguna. karena dari awal kuliah aku sudah sahlah mengambil jurusan. jadi beginilah resikonya. aku sangat tau harapan kakeku kepadaku , tapi aku belum bisa membuatnya merasa bangga padaku.
untuk masalah percintaanpun aku merasa kurang beruntung, karena aku sering gonta-ganti pacar selama aku sekolah dulu. dengan mudahnya aku mendapatkan pacar. tapi tidak dengan sekarang. dulu cinta pertamaku berawal dari jejaring sosial. dulu baru aku kenal yang namanya internet. disitu aku berkenalan dengan seorang cowo yang menurutku begitu  special sampai saat ini. kita kenalan,ketemuan, hingga akhirnya jadian dan pacaran. w]aktu itu aku masih duduk dikalas 2 SMA dan dy duduk di kelas 3 SMA. menurutku inilah cerita cintaku yang paling-paling  tak bisa aku lupa. karena sosoknya slalu ada dalam kehidupannya, meski aku sudah tak tau kabar dari dirinya lagi. tapi beberapa bulan yang lalu aku menemukan jejaknya dari jejaring sosial lagi. dan kini aku masih bisa komunikasi meski hanya sekedarnya saja. dirinya menjadi sebuah cerita dalam hidupnya, bahkan aku tulis dalam buku diary ku. untuk orang special kedua dy adalah orang yang saat ini dekat denganku. hubungan ku dengan dia sangat ditentang oleh kakek ku. tapi aku masih berhubungan dengannya. selama hampir 3 tahun aku mengenalnya. sudah hampir 1 tahun kita backstreet dengan pacarku. aku merasa enjoy aja sama dia. aku sudah merasa nyaman dengan dia, walaupun aku sering dikecewakan olehnya. bahkan saring sekali dia selingkuhin aku butuh sosok sepertinya, tapi yang ku inginkan bukan dia. aku menginginkan orang lain. tp untuk memulai dari awal lagi aku merasa tak bisa. semua yang pernah dekat denganku hanya dekat sesaat saja Gda  kejelasan dan Gda kepastian.
Di umurku yang 23 thn ini sehatsnya aku sudah menikah/ jujur saja aku sudah menginginkan hal itu, tapi ternyata Allah belum mengizinkannya. aku pengin diumurku yang ke 24 thn nanti aku sudah menikah dengan orang yang sudah Allah catatkan buat aku. dia lah terbaik dari buat aku.